6 Hal Tentang Bantuan Internet Kemendikbud, Jumlah Kuota Dan Cara Pelaporan Jika Berganti Nomor

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melanjutkan program subsidi kuota internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 2021.

Bantuan kuota internet Kemendikbud
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mendiknas Nadiem Makarim dalam jumpa pers yang berlangsung secara virtual di kanal YouTube Kementerian Pendidikan, Senin (2/3/2021).

“Kebijakan subsidi kuota internet ini akan kami lanjutkan untuk 3 bulan ke depan mulai Maret 2021,” kata nadiem.

Namun, subsidi kuota internet tahun ini memiliki skema yang sedikit berbeda dengan tahun lalu.

Apa saja perbedaan dan kuota yang diterima? Berikut detailnya.

1. Tidak ada kuota pembelajaran dan pengurangan ukuran kuota

Nadiem mengatakan, subsidi kuota internet yang dibagikan hanya kuota umum. Sementara kuota pembelajaran dihapuskan.

Menurut Nadiem, penggunaan kuota umum lebih fleksibel dibandingkan kuota pembelajaran. Besaran subsidi kuota internet juga lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Berikut detailnya: pi

  • Siswa PAUD 7 GB / bulan untuk Siswa
  • Siswa pendidikan dasar dan menengah 10 GB / bulan untuk Siswa.
  • Pendidik PAUD, pendidikan dasar, dan menengah 12 GB / bulan untuk Guru.
  • Mahasiswa dan dosen 15 GB / bulan.


2. Tidak dapat mengakses media sosial dan game

Meski penggunaannya lebih fleksibel, namun kuota umum tidak bisa digunakan untuk mengakses media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok.

Kuota utama juga tidak dapat digunakan untuk bermain game dan mengunjungi halaman yang diblokir oleh Kominfo. Penerima manfaat dapat digunakan untuk mengakses platform dukungan PJJ lainnya, termasuk YouTube.


3. Jadwal distribusi

Pemerintah akan mendistribusikan subsidi kuota internet setiap tanggal 11-15 untuk tiga bulan ke depan, yaitu Maret, April, dan Mei 2021. Semua kuota berlaku selama 30 hari sejak diterimanya.


4. Tidak perlu mengatur ulang nomor

Nadiem mengatakan, penerima bantuan subsidi kuota internet pada November-Desember secara otomatis akan mendapatkan bantuan kuota internet pada 2021.

Sehingga siswa dan pendidik yang tahun lalu sudah mendapat bantuan, tidak perlu menyetorkan nomor ponselnya lagi.

“Pimpinan satuan pendidikan tidak perlu lagi mengunggah lagi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) bagi yang sudah mendapat bantuan November-Desember,” kata Nadiem.


5. Jika Anda mengubah nomor ponsel Anda, atau tidak pernah menerima bantuan kuota

Untuk penerima kuota yang nomor ponselnya telah berubah, Nadiem mengatakan akan mendapat bantuan pada April 2021. Begitu pula bagi mereka yang tidak pernah menerima subsidi kuota tahun lalu.

Siswa atau guru yang nomor ponselnya berubah dapat melapor kepada kepala satuan pendidikannya masing-masing, dalam hal ini sekolah atau satuan yang lebih tinggi, untuk mendapatkan kuota di bulan April.

Nantinya, kepala penyelenggara di satuan pendidikan cukup mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk nomor yang diubah atau nomor baru ke laman vervalponsel.data.kemdikbud.go.id atau pddikti.kemdikbud.go.id untuk tingkat yang lebih tinggi.


6. Pengecualian

Subsidi kuota internet pada tahun 2021 memiliki pengecualian. Nadiem menjelaskan, penerima manfaat internet pada November-Desember 2020 yang pemakaiannya kurang dari 1 GB tidak akan mendapat subsidi kuota tahun ini.

Artinya data tidak digunakan karena berbagai alasan, kata Nadiem.